Rabu, 09 Januari 2013

Tugas Softskill Sistem Informasi Psikologi

Penyusun : Dienning Oktishinta 15509040 (4PA02)
Dosen: Asep Juarna

PAPI Kostik (Preception and Preference Inventory)

Sejarah
Tes PAPI Kostik di buat oleh Guru Besar Psikologi Industri asal Massachusetts, Amerika, Dr. Max Martin Kostick, pada awal tahun 1960-an. PAPI Kostick mengukur dinamika kepribadian (psychodynamics) dengan memperhatikan keterkaitan dunia sekitarnya (environment) termasuk perilaku dan nilai perusahaan (values) yang diterapkan dalam suatu perusahaan / situasi kerja dalam bentuk motif (need) dan standar gaya perilaku menurut persepsi kandidat (role) yang terekam saat psikotest.

Secara singkat, PAPI Kostick merupakan laporan inventori kepribadian (self report inventory), terdiri atas 90 pasangan pernyataan pendek berhubungan dalam situasi kerja, yang menyangkut 20 aspek keribadian yang dikelompokkan dalam 7 bidang: kepemimpinan (leadership), arah kerja (work direction), aktivitas kerja (activity), relasi social (social nature), gaya bekerja (work style), sifat temperamen (temperament), dan posisi atasan-bawahan (followership).

Tes Papi Kostick saat ini sering digunakan dalam lingkup HRD di suatu perusahaan / organisasi. Tes ini merupakan salah satu tes kepribadian yang tercermin dalam tingkah laku yang didasarkan pada kategorisasi. Papi mengukur role dan need individu dalam kaitannya dengan situasi kerja. Dengan mempelajari Papi Kostick, maka kita akan banyak memperoleh informasi mengenai profile individu baik dari segi tipologi kepribadiannya, maupun dalam kontek pekerjaannya.

Aspek yang diungkap tes PAPI Kostik
PAPI disusun sebagai dua aspek yang terpisah, yaitu ; Pengukuran kebutuhan (needs) dan pengukuran persepsi (roles), yaitu persepsi keadaan individu di tempat kerja. PAPI Kostick untuk menjabarkan kepribadian dalam 20 aspek yang masing – masing mewakili need dan role tertentu. aspek-aspek tersebut adalah sebagai berikut:
a. Work Direction:
  1. Need to finish task (N) 
  2. Hard intense worked (G)
  3. Need to achieve (A)
b. Leadership:
  1. Leadership role (L) 
  2. Need to control others (P)
  3. Ease in decision making (I)
c. Activity:
  1. Pace (T) 
  2. Vigorous type (V)
d. Social Nature:
  1. Need for closeness and affection (O) 
  2. Need to belong to groups (B)
  3. Social extension (S)
  4. Need to be noticed (X)
e. Work Style:
  1. Organized type (C) 
  2. Interest in working with details (D)
  3. Theoretical type (R)
f. Temperament:
  1. Need for change (Z) 
  2. Emotional resistant (E)
  3. Need to be forceful (K)
g. Followership:
  1. Need to support authority (F) 
  2. Need for rules and supervision (W)

Norma Alat Tes

L = Peran pemimpin (Leadership Role)

  • Skor 5-9 : yaitu tingkat dimana seseorang memproyeksikan dirinya sebagai pemimpin suatu tingkat dimana ia mencoba menggunakan orang lain untuk mencapai tujuannya. 
  • Skor 4-0 : cendurung tidak secara aktif menggunakan orang lain dalam bekerja
P = Kebutuhan mengatur orang lain (Need to Control Others)
  • Skor 5-9 : tingkat kebutuhan untuk menerima tanggung jawab orang lain, menjadi orang yang bertanggung jawab. 
  • Skor 4-0 : menurunnya keinginan untuk bertanggung jawab pada pekerjaan dan tindakan orang lain.

I = Peran membuat keputusan (Ease in Decision Making)
  • Skor 0-2 : ragu – menolak mengambil keputusan 
  • Skor 3-4 : berhati hati membuat keputusan
  • Skor 5-7 : berhati hati – lancar dan mudah mengambil keputusan
  • Skor 8-9 : tidak ragu dalam mengambil keputusan
F = Kebutuhan membantu atasan (Need to Support Authority)
  • Skor 6-9 : bersikap setia dan membantu , kemungkinan bantuannya bersifat politis 
  • Skor 4-5 : setia terhadap perusahaan
  • Skor 2-3 : mengurus kepentingan sendiri
  • Skor < 2 : cenderung egois , kemungkinan bisa memberontak
W = Kebutuhan mengikuti aturan dan pegawasan (Need for Rules and Supervision)
  • Skor < 4 : berorientasi pada tujuan, mandiri 
  • Skor 4-5 : kebutuhan akan pengarahan dan harapan yang dirumuskan untuknya
  • Skor 6-9 : meningkatnya orientasi terhadap tugas dan membutuhkan instruksi yang jelas

T = Peran sibuk (Pace)
  • Skor < 4 : melakukan segala sesuatu menurut kemauannya sendiri 
  • Skor 4-6 : tergolong aktif secara internal dan mental
V = Peran penuh semangat (Vigorous Type)
  • Skor < 5 : cenderung pasif 
  • Skor 5-7 : aktif secara fisik, cenderung sportif
R = Peran orang yang teoritis (Theoretical Type)
  • Skor 0-4 : kurang perhatian , bersifat praktis 
  • Skor 5-9 : nilai nilai penalaran tergolong tinggi
D = Peran bekerja dengan hal-hal rinci (Interest in Working With Details)
  • Skor 0-3 : menyadari kebutuhan akan kecermatan , tetapi tidak berminat bekerja detail 
  • Skor 4-9 : minat tinggi untuk bekerja secara detail
C = Peran mengatur (Organized Type)
  • Skor 0-2 : fleksibel – tidak teratur 
  • Skor 3-5 : teratur tetapi tidak tergolong fleksibel
  • Skor 6-9 : keteraturan tinggi cenderung kaku
X = Kebutuhan untuk diperhatikan (Need to be Noticed)
  • Skor < 2 : cenderung pemalu 
  • Skor 2-3 : rendah hati, tulus
  • Skor 4-5 : memiliki pola perilaku yang unik
  • Skor 6-9 : membutuhkan perhatian nyata

B = Kebutuhan diterima dalam kelompok (Need to Belong to Groups)
  • Skor 0-3 : selektif 
  • Skor 4-5 : butuh diterima, tapi tidak mudah dipengaruhi kelompok
  • Skor 6-9 : butuh disukai dan diakui , mudah dipengaruhi
O = Kebutuhan kedekatan dan kasih sayang (Need for Closeness and Affection)
  • Skor < 3: tidak suka hubungan perorangan 
  • Skor 3-4 : sadar akan hubungan perorangan , tapi tidak terlalu tergantung
  • Skor 5-9 : sangat tergantung , butuh penerimaan diri
S = Peran hubungan sosial (Social Extension)
  • Skor < 6 : perhatian rendah terhadap hubungan social , kurang percaya pada orang lain
  • Skor 6-9 : kepercayaan tinggu dalam hubungan social, suka interaksi social
N = Kebutuhan menyelesaikan tugas secara mandiri (Need to Finish Task)
  • Skor < 3 : menunda atau menghindari pekerjaan 
  • Skor 3-4 : berhati hati atau ragu dalam bekerja
  • Skor 4-6 : cukup bertanggung jawab pada pekerjaan
  • Skor 6-9 : tekun , tanggung jawab tinggi

A = Kebutuhan berprestasi (Need to Achieve)
  • Skor 0-5 : ketidakpastian tujuan , kepuasan dalam suatu pekerjaan , tidak ada usaha lebih 
  • Skor 6-9 : tujuan jelas , kubutuhan sukses dan ambisi tinggi
G = Peran pekerja keras (Hard Intense Worked)
  • Skor 3-4 : bekerja untuk kesenangan saja , bukan hasil optimal
  • Skor 4-7 : kemauan bekerja keras tinggi
Z = Kebutuhan untuk berubah (Need for Change)
  • Skor 0-2 : tidak suka berubah 
  • Skor 3-4 : tidak suka perubahan jika dipaksakan
  • Skor 5-6 : mudah menyesuaikan diri
  • Skor 6-7 : membuat perubahan yang selektif , berfikir jauh kedepan
  • Skor 8-9 : mudah gelisah , frustasi , karena segala sesuatu tidak berjalan fantastis
K = Kebutuhan untuk agresif (Need to be Forceful)
  • Skor 0-2 : menhindari masalah , menulak , untuk mengenali situasi sebagai masalah 
  • Skor 3-4 : suka lingkungan tanang , menghindari konflik
  • Skor 5 : keras kepala
  • Skor 6-7 : agresi berhubungan dengan kerja , dorongan semangat bersaing
  • Skor 8-9 :agresif, cendering defensive

E = Peran pengendalian emosi (Emotional Resistant)
  • Skor < 2 : terbuka , cepat bereaksi , tidak normative 
  • Skor 2-3 : terbuka
  • Skor 4-6 : punya pendekatan emosional seimbang ,mampu mengendalikan
  • Skor > 6: sangat normative , kebutuhan pengendalian diri yang berlebihan

Penyajian Alat Tes PAPI kostik
a. Waktu
  Dalam pelaksanaan Papi Costick Test secara tertulis tidak ada batasan waktu yang diberikan. Durasi pengerjaan test bergantung pada kecepatan testee dalam menjawab semua pernyataan yang tersedia. Namun pada umumnya testee dapat menyelesaikan menjawab semua peryataan pada tes ini dalam waktu dalam hal inikurang dari 35 menit sampai dengan 45 menit.
b. Materi Test
    Buku soal Papi Costick’s Test
  • 1 lembar Jawaban Papi Costick’s Test 
  • 1 Lembar psikogram Papi Costick’s test
  • 1 Buku norma Papi Costick’s Test
c. Alat Test
    Stopwatch
d. Instruksi Alat Test
   Ada 90 pasang pernyataan, pilihlah salah satu dari setiap pasangan pernyataan tersebut yang Anda anggap paling dekat menggambarkan diri saudara. Bila tidak satupun dari sebuah pasangan pernyataan yang cocok, pilihlah yang saudara anggap benar. Lingkarilah tanda panah pada setiap pernyataan yang saudara pilih pada lembar jawaban yang tersedia.
Contoh :
a. Saya adalah pekerja keras
b. Saya tidak mudah murung

Dalam hal ini, Anda melingkari tanda anak panah “a” (Horizontal), karena pernyataan “a” merupakan gambaran diri Anda. Tetapi jika pernyataan “b” (diagonal) lebih sesuai dengan diri anda, maka lingkarilah tanda anak panah pada pernyataan “b”. Kerjakanlah secepat mungkin dan pilihlah hanya satu pernyataan dari tiap pasang.
e. Pelaksanaan Tes

Tester membagikan 1 buku soal dan lembar jawaban pada testee. Tester meminta testee mengisi kolom identitas pada kolom yang tersedia pada lembar jawaban. Tester memberikan instruksi tata cara pelaksanaan Papi Costick’s Test pada testee.

Kemudian testee diberi kesempatan bertanya pada tester. Dan jika tidak ada pertanyaan, tester memberikan instruksi mulai mengerjakan Papi Costick’s Test sambil mengaktifkan stopwatch.

Setelah tes selesai, testee diminta mengecek kembali jawabannya dan cara menjawabnya.

PROSEDUR SKORING


Menghitung skor peran, yaitu dengan menjumlahkan anak panah yang dilingkari, baik yang horizontal maupun vertical sesuai dengan arah tanda panah.

Menuliskan jumlah skor pada masing – masing kotak skor dibawah huruf G, L, I, T, V, S, R, D, C, E yang telah tersedia pada lembar jawab.

Menghitung jumlah skor pada seluruh kotak skor peran secara horizontal, dan jumlah skor harus 45.

Menghitung skor “kebutuhan” yaitu dengan menjumlahkan anak panah yang dilingkari baik yang horizontal maupun yang vertical sesuai dengan arah tanda panah.

Menjumlahkan jumlah skor pada masing – masing kotak dibawah huruf N, A, P, X, B, O, Z, K, F, W yang telah tersedia pada lembar jawaban.

Mengitung jumlah skor pada seluruh kotak skor kebutuhan secara vertical, dan jumlah skor harus 45.

Memindahkan setiap skor pada lembar jawaban ke lembar scoring sesuai dengan setiap huruf pada aspek “peran” dan “kebutuhan” dengan cara melingkari angka di dalam lingkaran.

Membuat garis penghubung antara angka yang satu dengan angka lainnya sehingga terbentuklah sebuah diagram pada lembar psikogram yang telah tersedia.


Kekurangan dan Kelebihan PAPI Kostik

A.   KelebihanTest PAPI KOSTICK

PAPI menggunakan forced choice format pada pasangan-pasangan pernyataan yang setara. Sangat sulit untuk melakukan faking/ manipulasi. Item-item pendek, ringkas, Interpretasi logik dan spesifik sehingga dapat difahami dengan jelas oleh tester maupun testee.
Sangat berguna untuk evaluasi karyawan karena menggambarkan administration styles dan dapat digunakan 2 orang/ lebih untuk mengetahui hubungan atasan bawahan dan mengembangkan solusi interpersonal.

Laporan hasil tes disampaikan dalam bentuk visual (berupa cakram). Laporan ini akan memudahkan pengguna (user) mengenali potensi dirinya secara komprehesif, namun tetap mudah dipahami.

Hasil analisa menghasilkan dinamika kepribadian seseorang yang telah dipengaruhi situasi kerja sekitarnya, yang merupakan gambaran kepribadian keseluruhan dan tidak terpisah -pisah, serta menjadi satu dinamika kepribadian yang utuh. Mengukur personality traits, tes ini juga mengukur psychological needs.

B.   Kekurangan Tes Papi Kostick
     Cara pengskoringnya butuh ketelitian serta kejelian. Ada kemungkinan orang bosan
     mengerjakan , karena adanya pernyataan yang di ulang – ulang. Lembar jawaban sedikit
     membingungkan.

Lembar Skoring PAPI Kostik

Lembar Interpretasi PAPI Kostik

Sumber: 
http://www.psychologymania.com/2011/07/tes-papi-kostick-perseptual-and.html
www.studentsite.gunadarma.ac.id

Minggu, 22 April 2012

Black Swan


Black Swan menceritakan tentang Nina (Natalie Portman) seorang Balerina hebat dan sangat ambisius di New York City Ballet, yang mengabdikan seluruh hidupnya hanya untuk menari. Di saat teman-temannya mulai menunjukan kualitas yang melebihi standar, membuat dirinya semakin bekerja keras untuk tampil lebih baik.

Saat Direktur Artistik, Leroy (Cassel) mengumumkan bahwa dia akan mengadakan sebuah pertunjukan Ballet yang berjudul Swan Lake, tetapi ballerina ballerina utama, Beth Macintye (ryder)  akan pensiun, karenanya Leroy mencari kandidat baru untuk menjadi pemeran utama dalam produksi Swan Lakenya. Akan tetapi dalam Swan Lake sang ballerina harus bisa memainkan kedua peran sebagai The White Swan (karakteristik yang polos) dan The Black Swan (karakteristik yang licik). Dalam Produksi Swan Lake, Nina merupakan kandidat utamanya. Nina sangat sempurna saat memainkan peran The White Swan, namun tidak untuk The Black Swan. Peran ini lebih natural saat dimainkan oleh seorang penari pendatang baru, Lily (Kunis). Akibat adanya persaingan ini Nina berusaha untuk mempertahankan karakteristik The White Swan sambil mencoba menemukan sisi gelap dalam dirinya untuk berperan menjadi The Black Swan. Tekanan-tekanan inilah yang mulai mempengaruhi mental Nina, dia mendadak menjadi paranoid, mengalami halusinasi dan menjadi gelisah dan bingung akan kehidupannya.
Diamping itu ibunda Nina yang juga mantan sorang penari Ballet professional menginginkan Nina masuk dan berhasil di dunia Ballet, namun ketika di mengetahui bahwa peran The Black Swan sangat mempengaruhi diri Nina sendiri, ibunda Nina meminta Nina agar tidak mengambil peran tersebut, tetapi Nina menolak dan terus berusaha untuk mendapatkan peran itu walaupun harus melukai ibundanya sendiri.
Ulasan film Black Swan dalam majalah Cinemags ini Natalie Portman yang sebenarnya adalah lulusan psikologi di universitas terkemuka di New York dan berperan sebagai Nina dalam film ini mengatakan bahwa karakter Nina ini sebenarnya mengalami gangguan psikologis Obsesive Compulsive dimana Nina sangat ambisius untuk berperan menjadi The Black Swan dan The White Swan sehingga ia sering mengalami kecemasan dan halusinasi akan kehidupannya di dunia Ballet. Ke-perfeksionis-an Nina ini membuat sang ibu sangat khawatir akan tingkah laku anaknya yang semakin menggila setiap harinya.
Pada akhirnya Nina berhasil memerankan The White Swan dan The Black Swan pada pertunjukan Swan Lakenya yang memukau walaupun dia harus mati akibat halusinasi yang dia rasakan.

Kamis, 05 April 2012

Teknik Terapi Menurut Aliran Psikoanalisa dan Humanistik

A. Teknik Terapi Psikoanalisa
Dalam tiap-tiap individu terdapat kekuatan-kekuatan yang saling berlawanan yang menyebabkan konflik internal tidak terhindarkan. Konflik yang tidak disadari itu memiliki pengaruh yang kuat pada perkembangan kepribadian individu, sehingga menimbulkan stress dalam kehidupan. Teknik ini menekankan fungsi pemecahan masalah dari ego yang berlawanan dengan impuls seksual dan agresif dari id. Model ini banyak dikembangkan dalam Psikoanalisis yang dipelopori oleh Sigmund Freud. Menurut Freud, paling tidak terdapat lima macam teknik penyembuhan penyakit mental, yaitu dengan mempelajari otobiografi, hipnotis, catharsis, asosiasi bebas, dan analisis mimpi. Teknik terapi Psikoanalisis Freud pada perkembangan selanjutnya disempurnakan oleh Jung dengan teknik terapi psikodinamik. Tujuan dari teknik terapi psikoanalisa ini adalah untuk membongkar dan memecahkan konflik-konflik ketidaksadaran.
1. Metode Terapi Psikoanalisa
a. Asosiasi Bebas
Teknik pokok dalam terapai psikoanalisa adalah asosiasi bebas. Konselor memerintahkan klien untuk menjernihkan pikiranya adari pemikiran sehari-hari dan sebanyak mungkin untuk mengatakan apa yang muncul dalam kesadaranya. Yang pokok, adalah klien mengemukakan segala sesuatu melalui perasaan atau pemikiran dengan melaporkan secepatnya tanpa sensor. Metode ini adalah metoda pengungkapan pangalaman masa lampau dan penghentian emosi-emosi yang berkaitan dengan situasi traumatik dimasa lalu.
b. Interpretasi
Adalah prosedur dasar yang digunakan dalam analisis asosiasi bebas, analisi mimpi, analisis resistensi dan analisis transparansi. Prosedurnya terdiri atas penetapan analisis, penjelasan, dan mengajarkan klien tentang makna perilaku dimanifestasikan dalam mimpi, asosiasi bebas, resistensi dan hubungan terapeutik itu sendiri. Fungsi interpretasi adalah membiarkan ego untuk mencerna materi baru dan mempercepat proses menyadarkan hal-hal yang tersembunyi.
c. Analisis Mimpi
Merupakan prosedur yang penting untuk membuka hal-hal yang tidak disadari dan membantu klien untuk memperoleh tilikan kepada masalah-masalah yang belum terpecahkan.
d. Analisis dan interpretasi resistensi
Freud memandang resistensi sebagai suatu dinamika yang tidak disadari yang mendorong seseorang untuk mempertahankan terhadap kecemasan. Interpretasi konselor terhadap resistensi ditujukan kepada bantuan klien untuk menyadari alasan timbulnya resistensi.
e. Analisis dan interpretasi transferensi
   Transferensi muncul dengan sendirinya dalam proses terapeutik pada saat dimana kegiatan-kegiatan klien masa lalu yang tak terselesaikan dengan orang lain, menyebabkan dia mengubah masa kini dan mereaksi kepada analisis sebagai yang dia lakukan kepada ibunya atau ayahnya ataupun siapapun.

B. Teknik Terapi Humanistik

Yaitu teknik dengan pendekatan fenomenologi kepribadian yang membantu individu menyadari diri sesungguhnya dan memecahkan masalah mereka dengan intervensi ahli terapi yang minimal. Gangguan psikologis yang diduga timbul jika proses pertumbuhan potensi dan aktualisasi diri terhalang oleh situasi atau oleh orang lain. Carl Rogers, yang mengembangkan psikoterapi yang berpusat pada klien(client-centered-therapy), percaya bahwa karakteristik ahli terapi yang penting untuk kemajuan dan eksplorasi-diri klien adalah empati, kehangatan, dan ketulusan.

Teori-teori humanistik dikembangkan lebih berdasarkan pada metode penelitian kualitatif yang menitik-beratkan pada pengalaman hidup manusia secara nyata (Aanstoos, Serlin & Greening, 2000). Kalangan humanistik beranggapan bahwa usaha mengkaji tentang mental dan perilaku manusia secara ilmiah melalui metode kuantitatif sebagai sesuatu yang salah kaprah. Tentunya hal ini merupakan kritikan terhadap kalangan kognitivisme yang mengaplikasikan metode ilmiah pendekatan kuantitatif dalam usaha mempelajari tentang psikologi. Sebaliknya, psikologi humanistik pun mendapat kritikan bahwa teori-teorinya tidak mungkin dapat memfalsifikasi dan kurang memiliki kekuatan prediktif sehingga dianggap bukan sebagai suatu ilmu (Popper, 1969, Chalmers, 1999).
Hasil pemikiran dari psikologi humanistik banyak dimanfaatkan untuk kepentingan konseling dan terapi, salah satunya yang sangat populer adalah dari Carl Rogers dengan client-centered therapy, yang memfokuskan pada kapasitas klien untuk dapat mengarahkan diri dan memahami perkembangan dirinya, serta menekankan pentingnya sikap tulus, saling menghargai dan tanpa prasangka dalam membantu individu mengatasi masalah-masalah kehidupannya. Rogers menyakini bahwa klien sebenarnya memiliki jawaban atas permasalahan yang dihadapinya dan tugas konselor hanya membimbing klien menemukan jawaban yang benar.
Menurut Rogers, teknik-teknik asesmen dan pendapat para konselor bukanlah hal yang penting dalam melakukan treatment atau pemberian bantuan kepada klien. Selain memberikan sumbangannya terhadap konseling dan terapi, psikologi humanistik juga memberikan sumbangannya bagi pendidikan alternatif yang dikenal dengan sebutan pendidikan humanistik (humanistic education). Pendidikan humanistik berusaha mengembangkan individu secara keseluruhan melalui pembelajaran nyata. Pengembangan aspek emosional, sosial, mental, dan keterampilan dalam berkarier menjadi fokus dalam model pendidikan humanistik.

Minggu, 18 Maret 2012

KAU DAN AKU

Kau dan aku

Dua kata yang berbeda, membuat persepsi orang berbeda

Dua kata yang membedakan kita

Dua kata yang membuat semua berubah

Kau ..

Tinggi, tegak, pasti

Aku ...

Lembut, rendah, tersipu

Di situ aku bertemu, disitu kita tahu

Pandanganmu yang sengaja menyampaikan sesuatu kearahku

Aku mengerti ..

Tersipu ku mendengar

Bahagia ku merasa

Begitu juga kau

Waktu berjalan mengantarkan kami pada hari itu

Disitu kami bersatu

Disitu kami satu

Entah apa yang seharusnya diucap

Hanya air mata yang berbicara

Terimakasih Tuhan akhirnya aku bersamanya ...

_7_

120110

Psikoterapi

Psikoterapi adalah pengobatan dengan cara psikologis untuk masalah yang berkaitan dengan pikiran, perasaan, dan perilaku. Proses yang dilakukan untuk membantu klien menyembuhkan dan konstruktif belajar lebih banyak bagaimana cara untuk menangani masalah atau isu-isu dalam kehidupan klien. Psikoterapi (Psychotherapy) berasal dari dua kata, yaitu “Psyhe” artinya jiwa, pikiran atau mental dan “Theraphy” yang artinya penyembuhan, pengobatan, atau perawatan. Oleh karena itu, psikoterapi disebut juga dengan istilah terapi kejiwaan, terapi mental, atau terapi pikiran.

Psikoterapi diberikan kepada klien setelah berkonsultasi, jadi psikoterapi belum tentu akan diberikan jika klien dapat tercerahkan hanya dengan berkonsltasi saja. Psikoterapi dapat berupa terapi humanistik (beraktualisasi diri), terapi analisis mimpi dan asosiasi bebas atau terapi behavioristik (punishment and reward) dan terapi lainnya.

Umumnya psikoterapi dianjurkan bila seseorang bergulat dengan kehidupan, masalah hubungan atau kerja atau masalah kesehatan mental tertentu, dan isu-isu atau masalah yang menyebabkan banyak individu yang besar rasa sakit atau marah selama lebih dari beberapa hari. Kebanyakan terapis juga akan jujur dengan Anda jika mereka yakin Anda tidak akan mendapatkan keuntungan atau pendapat mereka, tidak perlu diadakannya psikoterapi.

Ada tiga ciri utama psikoterapi, yaitu:
1. Dari segi proses : berupa interaksi antara dua pihak, formal, profesional, legal dan menganut kode etik psikoterapi.
2. Dari segi tujuan : untuk mengubah kondisi psikologis seseorang, mengatasi masalah psikologis atau meningkatkan potensi psikologis yang sudah ada.
3. Dari segi tindakan: seorang psikoterapis melakukan tindakan terapi berdasarkan ilmu psikologi modern yang sudah teruji efektivitasnya.

Tujuan psikoterapi antara lain:
· Menghapus, mengubah atau mengurangi gejala gangguan psikologis.
· Mengatasi pola perilaku yang terganggu.
· Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan kepribadian yang positif.
· Memperkuat motivasi klien untuk melakukan hal yang benar.
· Menghilangkan atau mengurangi tekanan emosional.
· Mengembangkan potensi klien.
· Mengubah kebiasaan menjadi lebih baik.
· Memodifikasi struktur kognisi (pola pikiran).
· Memperoleh pengetahuan tentang diri / pemahaman diri.
· Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan interaksi sosial.
· Meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan.
· Membantu penyembuhan penyakit fisik.
· Meningkatkan kesadaran diri.
· Membangun kemandirian dan ketegaran untuk menghadapi masalah.
· Penyesuaian lingkungan sosial demi tercapai perubahan dan masih banyak lagi.
psikoterapi hanya digunakan untuk menangani orang waras yang sedang mengalami masalah psikologis, atau untuk membantu orang normal yang ingin meningkatkan kemampuan pikirannya. Dalam sesi Psikoterapi, Anda akan diajak membahas dan menganalisa hambatan psikologis yang ada dalam diri Anda, kemudian mencari pemecahannya dengan cara menerapkan metode psikoterapi yang paling cocok. Psikoterapi hanya bisa dilakukan apabila Anda ingin disembuhkan atau ingin berubah. Psikoterapi tidak bisa dipaksakan kepada orang yang tidak mau dibantu.